Halal bihalal bagian dari tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren. Kegiatan ini menjadi ajang saling memaafkan setelah Hari Raya Idulfitri, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan. Hal inilah yang tercermin dalam pelaksanaan halal bihalal di Pesantren Subulul Huda Persen Tegaldlimo yang berlangsung pada hari Senin 9 Syawal/30 Maret kemarin.
Acara halal bihalal Yayasan Pesantren Subulul Huda Persen Tegaldlimo kemarin dihadiri oleh seluruh unit lembaga Yayasan Subulul Huda mulai dari TK, MI, MTs dan MA. Kegiatan diawali dengan seremonial sekaligus sebagai MC Bapak Nur Tamami, dengan membacakan susunan acara yang dikemas secara sederhana. Dilanjutkan langsung sambutan dari ketua Yayasan Pesantren yang memberikan tausyiahnya tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia (hablum minannas) sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, beliau juga mengingatkan bahwa halal bihalal harus dimaknai sebagai upaya membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. kemudian dilanjutkan acara tarakhir yaitu doa oleh Pengasuh Pesantren Subulul Huda KH Agus Romli, Lc.
kemudian dilanjutkan dengan sesi saling bersalaman dan bermaafan. Seluruh unit Yayasan baik dari guru dan murid berbaris dengan tertib untuk saling berjabat tangan, dimulai dari murid TK, MI, MTs dan MA lalu para dewan guru’
